STRATEGI PENGEMBANGAN OBJEK WISATA BUKIT SENYUM SEBAGAI DAYA TARIK WISATA UNGGULAN DI DESA MOTUNG KECAMATAN AJIBATA KABUPATEN TOBA
DOI:
https://doi.org/10.51827/jiaa.v13i1.244Keywords:
Strategi Pengembangan Bukit Senyum, Daya Tarik Wisata, Desa Motung, PotensiAbstract
Penelitian ini berfokus pada strategi pengembangan Objek Wisata Bukit Senyum yang terletak di Desa Motung, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.Bukit Senyum memiliki potensi besar berupa panorama Danau Toba yang indah, udara sejuk, suasana alami, serta aktivitas wisata seperti camping, glamping, dan event budaya. Namun, pengelolaan destinasi ini masih menghadapi berbagai kendala, antara lain infrastruktur yang belum memadai, keterbatasan sumber daya manusia di bidang pariwisata, serta strategi promosi yang belum optimal. Melalui analisis SWOT, ditemukan bahwa kekuatan utama destinasi ini adalah keindahan alam dan suasana asri, sementara kelemahannya terletak pada infrastruktur dan SDM. Peluang berkembang sangat terbuka dengan tren wisata alam dan dukungan kerja sama antar pihak, sedangkan ancamannya meliputi persaingan dengan destinasi lain di kawasan Danau Toba serta risiko kerusakan lingkungan. Berdasarkan hasil penelitian, dapat disimpulkan bahwa Objek Wisata Bukit Senyum memiliki potensi wisata alam yang sangat besar berupa panorama Danau Toba yang indah, udara sejuk, suasana perbukitan yang alami, serta aktivitas pendukung seperti camping, glamping, dan event budaya. Potensi ini menjadi modal utama dalam pengembangannya sebagai destinasi wisata unggulan. Namun, pengelolaan Bukit Senyum masih menghadapi kendala berupa akses jalan yang belum memadai, keterbatasan fasilitas penunjang, rendahnya kualitas sumber daya manusia pariwisata, serta promosi yang belum optimal. Meskipun demikian, peluang pengembangan terbuka luas seiring meningkatnya tren wisata alam dan ekowisata, serta dukungan media sosial yang dapat dimanfaatkan sebagai sarana promosi efektif seperti melalui aplikasi Tiktok, Instagram, Facebook dan Youtube. Penelitian ini merekomendasikan peningkatan kualitas infrastruktur, penguatan kapasitas SDM pariwisata, serta optimalisasi promosi digital yang kreatif agar Bukit Senyum mampu menjadi daya tarik wisata unggulan dan memberi manfaat ekonomi maupun sosial bagi masyarakat Desa Motung.References
Adrah, M. H., & Mekel, R. (2024).Strategipengembangan objek wisata Raewaya Hills di Desa Airmadidi Minahasa Utara.Jurnal Ilmu Pariwisata, 3(1).
Ismayanti, M. (2021).Dasar-Dasar Pariwisata Sebuah Pengantar.
Malisti, R. F., Wahyudi, P., & Hastari, S. (2019). Pengaruh atribut produk wisata terhadap keputusan berkunjung pada pemandian wisata alam Banyubiru.Jurnal EMA, 4(1), 23–29.
Reliyani, R., & Majid, A. (2024). Strategi Pengembangan Objek Wisata Pulau Matahora Sebagai Daerah Tujuan Wisata Di Kecamatan Wangi-Wangi Selatan Kabupaten Wakatobi. Jurnal Barata Indonesia: Studi Administrasi & Kebijakan Publik, 110-122.
Suriadi, N. A. (2015). Penataan Kawasan Pantai Losari Sebagai Urban Tourism Kota Makassar. Jurusan Arsitektur. Fakultas Teknik Sipil dan Perencanaan. Institut Teknologi Sepuluh Nopember. Surabaya.
Wirawan, P. E., & Octaviany, V. (2022). Pengantar Pariwisata. Nilacakra.
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 10 Tahun 2009 tentang Kepariwisataan.

