Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung
https://journal.akpardarmaagung.ac.id/index.php/JPKMA
<p>Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung ini diterbitkan Akademi Pariwisata & Perhotelan Darma Agung, Medan. jurnal ini terbit 2 kali dalam satu tahun, yakni pada bulan Maret dan September. jurnal ini berisi tulisan yang diangkat dari hasil penelitian, pengabdian kepada Masyarakat, kajian analitis kritis, dan tinjauan buku dalam bidang usaha perjalanan wisata dan perhotelan</p>Akademi Pariwisata dan Perhotelan Darma Agung Medanen-USJurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung2808-4691Diseminasi Desa Wisata Berbasis Kearifan Lokal dalam Mendukung Pariwisata Berkelanjutan di Kabupaten Toba
https://journal.akpardarmaagung.ac.id/index.php/JPKMA/article/view/241
Pokdarwis adalah organisasi/kelompok sadar wisata yang berada di Kabupaten Toba, Provinsi Sumatera Utara. Kabupaten Toba memiliki banyak destinasi wisata utama yang mencakup wisata alam, budaya, sejarah, dan bahari di pesisir Danau Toba yang memukau. Destinasi wisata yang utama meliputi Desa Meat (desa wisata berbasis budaya, yang terkenal dengan penghasil ulos ragi hotang), Desa Lumban Silintong (wisata kuliner tepi danau, olahraga spear fishing, bukit pahoda kawasan perkemahan), Desa Tara Bunga (titik pandang/view point terbaik untuk menikmati panorama danau toba dari ketinggian), desa wisata lumban bul-bul (wisata pantai pasir putih), desa wisata aek siboruon (eko-wisata air terjun). Sapta Pesona merupakan konsep yang dikembangkan untuk menumbuhkan kesadaran dan partisipasi masyarakat dalam mendukung pembangunan pariwisata. Tujuh unsur Sapta Pesona meliputi Aman, Tertib, Bersih, Sejuk, Indah, Ramah, dan Kenangan. Hal ini sejalan dengan prinsip pariwisata berkelanjutan yang menekankan keseimbangan antara manfaat ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pelestarian sosial budaya. Selain itu, Sapta Pesona juga mendorong masyarakat untuk menjaga dan melestarikan nilai-nilai budaya lokal sebagai bagian dari daya tarik wisata. Penerapan Sapta Pesona juga mendukung terciptanya pengalaman wisata yang positif bagi wisatawan. Sehingga, destinasi wisata dapat berkembang secara berkelanjutan tanpa mengorbankan kearifan lokal yang menjadi identitas daerah. Tujuan Diseminasi Desa Wisata berbasis Kearifan Lokal dalam mendukung Pariwisata berkelanjutan di Kabupaten Toba untuk meningkatkan kapasitas dan kompetensi masyarakat dalam mengelola, mengembangkan, dan memanfaatkan potensi wisata secara profesional dan berkelanjutan; menumbuhkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pariwisata sebagai sektor yang mampu meningkatkan kesejahteraan ekonomi, sosial, dan budaya; mendorong partisipasi aktif masyarakat lokal dalam perencanaan, pengelolaan, dan pengawasan kegiatan pariwisata; mewujudkan perilaku sadar wisata melalui penerapan Sapta Pesona, sehingga tercipta lingkungan destinasi yang aman, nyaman, bersih, dan ramah bagi wisatawan. Roy Martin SiagianIvan Benedict TambunanMarice Hotnauli SimbolonMentari Simbolon
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung
2026-03-142026-03-1461Empowering Congregation Members Through The Internalization of Agape Love Values to Enhance Social and Spiritual Harmony at GBI Avia Cemara Church, Medan
https://journal.akpardarmaagung.ac.id/index.php/JPKMA/article/view/237
This Community Service Program aimed to empower congregation members of Gereja Bethel Indonesia (GBI) Avia Cemara Church, Medan, through the internalization of agape love values to strengthen social harmony and spiritual growth. The program was implemented through a one-day participatory training consisting of biblical instruction, reflective discussion, an interactive social harmony workshop, and community empowerment activities. Evaluation was conducted using pre-tests, post-tests, observations, written reflections, and written interviews. The results showed improvements of 28% to 34% across several indicators, including understanding of biblical agape love, conflict-resolution awareness, communication and empathy skills, commitment to Christian fellowship, social harmony awareness, and spiritual growth awareness. Qualitative findings also indicated increased awareness of forgiveness, stronger willingness to resolve conflicts peacefully, deeper appreciation of Christian fellowship, and renewed commitment to serving others. Therefore, the internalization of agape love values can be considered an effective approach to strengthening congregational empowerment, promoting social harmony, and fostering spiritual growth within church communities.Novita Romauli SaragihSelamat Karo-karoElisabeth SitepuPadriadi WiharjokusumoDameria Girsang
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung
2026-03-162026-03-1661PENGEMBANGAN DESA WISATA BERKELANJUTAN MELALUI PELATIHAN HOSPITALITY DAN IMPLEMENTASI SAPTA PESONA BERBASIS KEARIFAN LOKAL PADA DESA LINGGA KABUPATEN KARO
https://journal.akpardarmaagung.ac.id/index.php/JPKMA/article/view/240
Pengembangan desa wisata berkelanjutan merupakan salah satu strategi untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui pemanfaatan potensi lokal secara optimal dengan tetap menjaga aspek sosial, budaya, dan lingkungan. Desa Lingga, Kabupaten Karo, memiliki kekayaan budaya, arsitektur rumah adat, serta tradisi masyarakat yang berpotensi menjadi daya tarik wisata. Namun, kualitas pelayanan kepada wisatawan dan pemahaman masyarakat terhadap prinsip Sapta Pesona masih memerlukan penguatan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kapasitas masyarakat melalui pelatihan hospitality dan implementasi Sapta Pesona berbasis kearifan lokal sebagai upaya mewujudkan desa wisata yang berkelanjutan. Metode pelaksanaan meliputi tahap identifikasi kebutuhan, penyuluhan, pelatihan, simulasi pelayanan wisata, pendampingan, serta evaluasi melalui observasi dan penyebaran kuesioner. Materi pelatihan mencakup pelayanan prima (service excellence), komunikasi efektif, etika menerima tamu, kebersihan lingkungan, pengelolaan daya tarik wisata, serta penerapan tujuh unsur Sapta Pesona, yaitu aman, tertib, bersih, sejuk, indah, ramah, dan kenangan yang diintegrasikan dengan nilai-nilai budaya masyarakat Karo. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam memberikan pelayanan kepada wisatawan, meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya kebersihan, keramahan, dan pelestarian budaya lokal, serta tumbuhnya komitmen bersama untuk mengembangkan Desa Lingga sebagai destinasi wisata yang berdaya saing dan berkelanjutan. Implementasi Sapta Pesona berbasis kearifan lokal terbukti mampu memperkuat identitas desa sekaligus meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan pariwisata. Program ini diharapkan menjadi model pemberdayaan masyarakat yang dapat direplikasi pada desa wisata lainnya dalam mendukung pembangunan pariwisata berkelanjutan di Indonesia.Mega WilliandaniIvan Benedict TambunanLyandru Togu TambunanDameria GirsangRajin SitompulIndra WirawanSusanna Silvia SembiringLanta Siringo-ringoBambang Famuji
Copyright (c) 2026 Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Agung
2026-03-142026-03-1461